SKEMA INTERKONEKSI BUS
By Tataqun Syah Purwanto
Interkoneksi Bus
Bus merupakan lintasan
komunikasi yang menghubungkan
dua atau lebih
komponen komputer. Karakteristik
utama dari bus yaitu sebagai media
transmisi yang dapat digunakan bersama oleh sejumlah
perangkat yang terhubung padanya. Karena
digunakan bersama, diperlukan
pengaturan agar tidak
terjadi tabrakan data atau kerusakan data yang ditransmisikan.
Walaupun digunakan scara bersamaaan, dalam satu waktu hanya ada sebuah
perangkat yang dapat menggunakan bus. (AkaruKeichi, 2014 )
Saluran data
Saluran data
Saluran data (data bus) adalah lintasan yang digunakan sebagai
perpindahan data antar modul. Secara umum lintasan ini disebut bus data. Umumnya jumlah saluran terkait
dengan panjang word, misalnya 8, 16, 32. Saluran ini bertujuan agar mentransfer
word dalam sekali waktu. Jumlah saluran dalam bus data disebut lebar bus,
dengan satuan bit, misal : lebar bus 16 bit.
Saluran alamat
Saluran alamat
Saluran alamat (address bus) digunakan untuk menspesifikasi sumber
dan tujuan data pada bus data. Saluran ini digunakan untuk mengirim alamat word
pada memori yang akan diakses CPU. Juga digunakan untuk saluran alamat
perangkat modul komputer saat CPU
mengakses suatu modul. Perlu diketahui, semua peralatan yang terhubung
dengan sistem komputer, agar dapat diakses harus memiliki alamat. Misalnya
mengakses port I/O, maka port I/O harus memiliki alamat hardware-nya.
Saluran kontrol
Saluran kontrol (control
bus) digunakan untuk mengontrol bus data, bus alamat dan seluruh modul
yang ada. Karena bus data dan bus alamat digunakan oleh semua komponen maka
diperlukan suatu mekanisme kerja yang dikontrol melalui bus kontrol ini.
Sinyal–sinyal kontrol terdiri atas sinyal pewaktuan dan sinyal–sinyal perintah.
Sinyal pewaktuan menandakan validitas data dan alamat, sedangkan sinyal
perintah berfungsi membentuk suatu operasi. (Ina, 2015)
CPU :
CPU berfungsi sebagai pusat pengolahan dan eksekusi data
berdasarkan routine–routine program yang diberikan padanya. CPU mengendalikan
seluruh sistem komputer sehingga sebagai konsekuensinya memiliki koneksi ke
seluruh modul yang menjadi bagian sistem komputer.
Modul I/O :
Operasi modul I/O adalah pertukaran data dari dan ke dalam
komputer. Berdasakan pandangan internal, modul I/O dipandang sebagai sebuah
memori dengan operasi pembacaan dan penulisan. Seperti telah dijelaskan pada
bab 6 bahwa modul I/O dapat mengontrol lebih dari sebuah perangkat peripheral.
Modul I/O juga dapat mengirimkan sinyal interrupt.
Memori :
Memori umumnya terdiri atas N word memori dengan panjang yang sama.
Masing–masing word diberi alamat numerik yang unik (0, 1, 2, …N-1). Word dapat
dibaca maupun ditulis pada memori dengan kontrol Read dan Write. Lokasi bagi
operasi dispesifikasikan oleh sebuah alamat. (Nurhayati, 2013)
Struktur Interkoneksi
Memori ke CPU : CPU melakukan pembacaan data maupun perintah yang
berasal dari memori.
CPU ke memori : CPU melakukan penyimpanan atau penulisan data ke
memori.
I/O ke CPU : CPU membaca data dari peripheral melalui modul I/O.
CPU ke I/O : CPU mengirimkan data ke perangkat peripheral melalui
modul I/O.
I/O ke memori atau dari memori : digunakan pada system DMA. (Rosyidin,
2012)
DAFTAR
PUSTAKA
AkaruKeichi.
(2014 , Agustus 25). STRUKTUR DAN INTERKONEKSI BUS. Retrieved from
akarukeichi's Blog:
https://animloverz.wordpress.com/2014/08/25/struktur-dan-interkoneksi-bus/
Ina, A. (2015, July 24). STRUKTUR
DAN INTERKONEKSI BUS. Retrieved from Arifa Blog:
http://arhiefafatinna98.blogspot.co.id/2015/07/struktur-dan-interkoneksi-bus.html
Nurhayati, S. (2013, June
9). Sistem BUS. Retrieved from Sawitri Blog….:
https://sawitri8580.wordpress.com/sistem-bus/
Rosyidin, A. (2012, October 15).
Sistem Interkoneksi Komputer. Retrieved from Sistem Interkoneksi
Nurriest Comp:
http://nurriest69.blogspot.co.id/2012/10/sistem-interkoneksi-komputer.html
Nama:Tataqun Syah Purwanto
Sekolah:SMK Islam 1 Blitar
Motto:Seng Penting Yakin
Artikel Lebih Lengkap DISINI...
0 komentar:
Posting Komentar